Jumat, 30 November 2012

4. Memahami ceruk pasar

Salah satu unsur yang harus dipenuhi untuk meningkatkan jumlah kunjungan blog adalah tampilan dan konten blog yang menarik. Namun, untuk membuat tampilan dan konteks blog yang menarik tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan ide-ide kreatif agar tampilan blog selalu segar. Lantas bagaimana jika pengelola blog kekurangan ide? Pastilah tampilan blognya akan garing dan akibatnya lebih lanjut adalah jumlah kunjungan ke blog berkurang. Sebenarnya ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan ide. Salah satunya dengan memahami ceruk pasar. Apa ceruk pasar itu? Dalam bahasa ekonomi ceruk pasar (niche market) dipahami sebagai segmen pasar yang spesifik. Dimana segmen pasar ini belum terlayani dengan baik oleh pelaku bisnis yang berskala besar atau memiliki market share tinggi. Jika anda pelaku bisnis baru, maka anda harus jeli memperhatikan ceruk pasar ini. Ceruk pasar tidak hanya dapat diaplikasi dalam offline marketing, tetapai juga online marketing, termasuk blog. Sebagai contoh, blog anda membahas tentang ilmu photoshop. Anda sedari atau tidak, ternyata banyak juga blog yang menampilkan tema sama. Nah, agar pengunjung tidak beralih ke blog ‘tetangga’ anda perlu memperhatikan ceruk pasar anda. Anda bingung siapa ceruk pasar anda? Untuk memahami ceruk pasar anda, anda harus mengetahui siapa ceruk pasar anda. Dalam contoh di atas, anda sebagai admin blog bertema photoshop. Jika selama ini anda hanya melulu memberikan konsep tiori sebagai kontes post di blog anda, maka anda harus beralih ke hal-hal yang dibutuhkan oleh pengunjung atau pembaca. Misalnya dengan memposting tutorial penggunaan program photoshop itu sendiri. Baik dalam format teks maupun video. Selain itu, anda juga bisa mengetahui keinginan ceruk pasar dengan menggali informasi dari blog-blog pesaing dan melihat konten atau tema apa yang belum dibahas. Sumber : Buku Berburu ide untuk blog

Tidak ada komentar:

Posting Komentar