Jumat, 30 November 2012
7. pembelian online
Pembelian Online, order barang secara online atau belanja online adalah sebuah kegiatan belanja yang dilakukan lewat media internet. seiring perkembangan teknologi khususnya sejak diperkenalkanya internet sebagai media baru, penggunaan Internet sebagai media untuk jual-beli semakin meningkat. Pembelian online atau belanja barang secara online kini menjadi sebuah gaya hidup Masyarakat modern, dimana trendnya semakin lama semakin meningkat. banyak keuntungan dan kemudahan yang didapat menjadi salah satu faktor yang memicu trend pembelian online atau belanja online.
Keuntungan Pembelian online atau belanja online
1. Menghemat Waktu
Dengan menggunakan internet sebagai media untuk beli barang atau berberlanja secara online akan menghemat waktu secara signifikan, dimana kita tidak perlu datang ke tempat barang tersebut. yang perlu kita lakukan hanya dengan cek barang secara visual lewat media internet. hal ini tentu sangat memudahkan kita dan cukup menghemat waktu.
2. Menghemat Biaya
Pembelian online sangat menghemat biaya. penghematan ini ditinjau dari tidak perlunya kita mengunakan transportasi untuk datang ke tempat barang yang ingin di beli. terkadang barang yang dijual secara online di situs-situs terkenal luar negeri juga memiliki harga yang lebih murah dibanding dengan harga jual barang di tempat kita.
3. Efisien
efisiensi adalah salah satu faktor yang berperan juga dalam perkembangan pembelian online atau belanja online. Pembelian online sangat efisien karena kita bisa memangkas banyak tahapan yang biasa dilakukan saat membeli barang secara tradisonal. salah satu efisiensi tersebut adalah tidak perlunya kita mengantri di kasir untuk membayar barang yang kita inginkan, tidak perlunya kita untuk membawa belanja kita karena dengan membeli atau belanja secara online, barang belanja kita akan diantar sampai di rumah.
4. Lintas Batas
Pembelian online tidak mengenal batasan waktu dan tempat. Anda bisa membeli barang atau belanja kapan pun dan di manapun. jika barang yang anda inginkan ada di luar negeri, dengan adanya pembelian online atau belanja secara online anda tidak perlu harus datang dan berkunjung ke luar negeri hanya untuk berbelanja barang yang anda inginkan. cukup dengan browse di internet dan melakukan pembayaran maka barang yang anda inginkan akan didapatkan dengan mudah
Sarana untuk pembelian online atau belanja online
hal-hal yang harus dimiliki seseorang untuk pembelian online dan berbelanja secara online.
1. Koneksi Internet
2. email
3. Akun di webstore yang di tuju.
4. Paypal
5. Kartu kredit
6. Kemampuan berbahasa Asing (khususnya Bahasa Inggris/untuk memudahkan berkomunikasi dengan penjual)
Perkembangan Pembelian online atau belanja online di Indonesia
Perkembangan pembelian online dan belanja online di Indonesia semakin hari semakin meningkat, seiring perkembangan kebutuhan penggunaan Internet di indonesia. Meskipun kebiasaan berbelanja online di indonesia masih di dominasi kalangan tertentu, namun peningkatan perkembangan transakasi jual beli online di indonesia semakin lama semakin meningkat. Belanja online atau pembelian online di indonesia kini tidak saja di dominasi jual beli barang namu juga jasa.
Cara untuk melakukan Pembelian online atau berbelanja online.
Untuk melakukan transaksi jual-beli online sangat mudah. kita hanya perlu menyalakan internet dan mulai menjalankan browser untuk mencari barang dan harga yang cocok di situs atau webstore. setelah memilih barang yang ingin dibeli, kita hanya perlu melakukan pembayaran. alat pembayaran yang paling sering digunakan adalah mengunakan paypal atau kartu kredit. Saya secara pribadi menyarankan agar anda hanya membeli barang di situs-situs atau webstore luar negeri yang telah memiliki reputasi seperti amazon.com, ebay.com, buy.com dan lain-lain. Hal ini untuk memberikan keamanan anda dalam bertransaksi atau berbelanja online. situs-situs yang saya sebutkan di atas telah memiliki reputasi dan keamanan dalam berbelanja. sehingga anda tidak perlu kuatir dengan penipuan yang mungkin dilakukan.
Kendala yang mungkin dihadapi untuk melakukan pembelian online
Kendala yang paling sering dialami dalam melakukan pembelian dan belanja online ada beberapa hal, diantaranya :
a. Tidak memiliki akun paypal dan kartu kredit sebagai alat pembayaran
b. Kebingungan untuk melakukan tata cara pembelian dan belanja online.
c. Barang hanya dapat dikirim ke alamat USA saja
d. Webstore hanya menerima kartu kredit atau Paypal dari USA saja
e. Tidak mengerti tentang penghitungan bea cukai
f. Keamanan bertransaksi online
g. Tidak mau repot mengurus order dan lain sebagainya
Untuk kendala-Kendala di atas, kami dari www.pembelianonline.com dapat menjadi solusi istemewa bagi anda yang ingin mendapatkan barang yang diinginkan tanpa batasan dan kendala seperti di atas. Kami bergerak di bidang Jasa Pembelian online, Jasa order online atau jasa belanja online dari situs-situs terpercaya di luar negeri khususnya di USA dan China.
Keuntungan yang di dapat dengan menggunakan jasa kami
DANA 100% HALAL dan LEGAL.
Tidak ada unsur tipu menipu, perhitungan jelas. Jika ada dana lebih akan di kembalikan.
Jika Seller tidak bisa kirim ke Indonesia… bisa di bantu untuk ship ke US dahulu dan di teruskan ke alamat anda.
Untuk Sistem bidding, Tidak ada fee tambahan untuk bid.
jika Kalah Bid, bisa di carikan alternative lain / buy it now atau dana bisa di refund 100%.
Bisa belanja beberapa item dari seller berbeda and kirim gudang US dahulu, setelah terkumpul baru kemudian diteruskan ke Indonesia.. Jika di hitung lebih hemat onkos kirim daripada shipping langsung ke indonesia perseller.
Tidak ada biaya handling barang jika di titipkan ke us terlebih dahulu. Tetapi tetap barang di jaga.
Untuk detail cara pembelian online, order dan bertransaksi dengan kami, silahkan kunjungi halaman ini. Kami menghadirkan solusi pembelian online dan belanja online untuk anda. Kepercayaan dan kepuasan layanan adalah segalanya bagi kami. akhir kata, Selamat berbelanja dengan mudah dan jangan lupa gunakan jasa pembelian online untuk solusi belanja dan order barang dari luar negeri.
Sumber : www.google.com
6. Evaluasi Alternatif
EVALUASI ALTERNATIF SEBELUM PEMBELIAN
Proses Pengambilan Keputusan PadaKonsumen
A.Setelah konsumen menerima pengaruh dalam kehidupannya maka mereka sampai pada keputusan membeli atau menolak produk. Pemasar dianggap berhasil kalau pengaruh-pengaruh yang diberikannya menghasilkan pembelian dan atau dikonsumsi oleh konsumen. Keputusan konsumen, tingkatan-tingkatan dalam pengambilan keputusan, serta pengambilan keputusan dari sudut pandang yang berbeda bukan hanya untuk menyangkut keputusan untuk membeli, melainkan untuk disimpan dan dimiliki oleh konsumen.
B.Konsep Keputusan
Keputusan adalah suatu pemilihan tindakan dari dua atau lebih pilihan alternatif. Bila seseorang dihadapkan pada dua pilihan, yaitu membeli dan tidak membeli tapi memilih membeli, maka dia ada dalam posisi membuat keputusan. Semua orang mengambil keputusan setiap hari dalam hidupnya tanpa disadari. Dalam proses pengambilan keputusan, konsumen harus melakukan pemecahan masalah dalam kebutuhan yang dirasakan dan keinginannya untuk memenuhi kebutuhan dengan konsumsi produk atau jasa yang sesuai. Tiga tingkatan dalam pemecahan ini;
Pemecahan masalah yang mensyaratkan respons yang rutin.
Keputusan yang diambil tidak disertai dengan usaha yang cukup untuk mencari informasi dan menentukan alternatif. Kebiasaan berjalan secara otomatis, prilaku seseorang merupakan respon terhadap rutinitas karena dilakukan berulang-ulang seringkali tanpa disadari.
Pemecahan masalah dengan proses yang tidak berbelit-belit (terbatas).
Pemecahan masalah ini menyebabkan seseorang tidak peduli dengan ada tidaknya informasi dengan menggunakan criteria yang kurang lebih sudah terbentuk, untuk mengevaluasi kategori produk dan mereknya. Tidak mengevaluasi setiap atribut dan fitur produk dalam memilih mana yang sesuai dengan kebutuhannya.
Pemecahan masalah yang dilakukan dengan upaya yang lebih berhati-hati dan penuh pertimbangan (pemecahan masalah yang intensif).
Di tingkat ini konsumen memerlukan informasi yang relative lengkap untuk membentuk criteria evaluasi dari kriteria yang baku .
Prosesnya lebih rumit dan panjang mengikuti proses tradisional. Mulai dari sadar akan kebutuhan, motivasi untuk memenuhi kebutuhan, mencari informasi, mengembangkan alternative, memilih satu dari berbagai alternatif dan memutuskan untuk membeli. Terutama menyangkut produk yang gampang terlihat oang lain dan sangat mempengaruhi citra diri sosial seseorang (significant others; orang lain yang signifikan bagi kehidupan seseorang, terutama citra dirinya).
Aspek-aspek pemilihan keputusan
Produk yang murah - Produk yang lebih mahal
Pembelian yang sering - Pembelian yan jarang
Keterlibatan rendah - Keterlibatan tinggi
Kelas produk dan merek kurang terkenal- Kelas produk dan merek terkenal
Pembelian dengan pertimbangan dan - Pembelian dengan pertimbangan
pencarian yang kurang matang. dan pencarian intensif
C. Analiis Pengambilan Keputusan oleh Konsumen
Ada empat sudut pandang dalam menganalisis pengambilan keputusan konsumen
-Sudut Pandang Ekonomis
Konsumen sebagai orang yang membuat keputusan secara rasional, yang mengetahui semua alternative produk yang tersedia dan harus mampu membuat peringkat dari setiap alternative yang ditentukan dipertimbangkan dari kegunaan dan kerugiannya serta harus dapat mengidentifikasikan satu alternative yang terbaik, disebut economic man. Tidak reatistis karena;
i.Manusia memiliki keterbatasan kemampuan, kebiasaan dan gerak.
Contoh; orang yang tidak terampil berkomunikasi akan malas bertanya.
ii. Manusia dibatasi oleh nilai-nilai dan tujuan.
Contoh; seorang perempuan yang ingin menghangatkan badan tidak harus pergi ke kota untuk membeli ronde, cukup dengan membuat kopi panas untuk memenuhi tujuannya.
iii. Manusia dibatasi oleh pengetahuan yang mereka miliki.
Tidak semua informasi mengenai produk bisa mereka pahami, kriteria evaluasi yang ingin mereka bentuk pun tidak akan setepat economic man. Konsumen tidak membuat keputusan yang rasional, tetapi keputusan yang memuaskan adalah keputusan yang cukup baik.Sudut Pandang Pasif
Sudut pandang ini berlawanan dengan sudut pandang ekonomis, konsumen pada dasarnya pasrah pada kepentingan sendiri dan menerima secara pasif usaha-usaha promosi dari para pemasar. Konsumen dianggap sebagai pembeli yang impulsive dan irasional.
Kelemahannya adalah pandangan ini tidak mempertimbangkan kenyataan bahwa konsumen memainkan peranan penting dalam setiap pembelian yang dilakukan, baik dalam mencari informasi tentang berbagai alternative produk, maupun dalam menyeleksi produk yang dianggap akan memberikan kepuasan.
-Sudut Pandang Kognitif
Konsumen sebagai cognitive man atau sebagai problem solver. Kosumen merupakan pengolah informasi yang selalu mencari dan mengevaluasi informasi tentang produk dan gerai. Pengolah informasi selalu berujung pada pembentukan pilihan, terjadi inisiatif untuk membeli atau menolak produk. Cognitive man berdiri di antara economic man dan passive man, seringkali cognitive man punya pola respon terhadap informasi yang berlebihan dan seringkali mengambil jalan pintas, untuk memenuhi pengambilan keputusannya (heuristic) pada keputusan yang memuaskan.
-Sudut Pandang Emosianal
Menekankan emosi sebagai pendorong utama, sehingga konsumen membeli suatu produk. Favoritisme buktinya seseorang berusaha mendapatkan produk favoritnya, apapun yang terjadi. Benda-benda yang menimbulkan kenangan juga dibeli berdasarkan emosi.
anggapan emotional man itu tidak rasional adalah tidak benar. Mendapatkan produk yang membuat perasaannya lebih baik merupakan keputusan yang rasional.
D.Model Sederhana untuk menggambarkan pengambilan keputusan konsumen.
Pengaruh Eksternal
Usaha-usaha pemasaran pemasaran
Lingkungan social budaya: keluarga, sumber informal, sumber non komersial, kelas social, budaya dan sub budaya
Pengambilan Keputusan Pada Konsumen
Sadar akan kebutuhan
Mencari sebelum membeli
Mengevaluasi alternatif
-Area psikologis
a. Motivasi
b. Persepsi
c. Pembelajaran
d. Kepribadian
e. Sikap
-Perilaku Setelah Keputusan
Pembelian
a. Percobaan
b. Pembelian ulang
Evaluasi Setelah Pembelian
- Input
Komponen input merupakan pengaruh eksternal sebagai sumber informasi tentang produk tertentu yang mempengaruhi nilai yang berhubungan dengan produk, sikap dan perilaku konsumen.
> Input Pemasaran, aktivitas pemasaran yang merupakan usaha langsung untuk menjangkau, menginformasikan, dan membujuk konsumen agar membeli dan menggunakan produk tertentu. Usaha melalui 4P, yaitu Product, Price, Place, Promotion.
> Pengaruh Sosial Budaya, membujuk konsumen karena adanya lingkungan sosial budaya seperti keluarga, sumber informal, sumber non komersial, kelas sosial, budaya dan sub budaya.
- Proses
Merupakan tahap yang memfokuskan pada cara konsumen mengambil keputusan. Berbagai faktor psikologis yang melekat pada setiap individu, mempengaruhi input dari luar pada tahap input mempengaruhi pengenalan konsumen terhadap kebutuhan, pencarian informasi sebelum pembelian, dan evaluasi terhadap berbagai alternative.
> Sadar akan kebutuhan, konsumen menyadari akan adanya kebutuhan ketika menghadapi suatu masalah.
> Pencarian pra beli, konsumen berada pada tingkatan ini jika ia memerlukan informasi yang akan digunakan sebagai dasar menentukan pilihan produk.
> Evaluasi terhadap alternative, konsumen cenderung menggunakan dua tipe informasi, yaitu
>>Mengetahui merek yang konsumen rencanakan untuk digunakan dalam memilih.
>>Kriteria yang akan digunakan untuk mengevaluasi tiap-tiap merek.
- Output
Dua macam kegiatan pasca keputusan yang saling berhubungan, yaitu :
- Perilaku beli
- Evaluasi pasca beli
>>>Jenis-jenis situasi dalam proses pengambilan keputusan konsumen :
>Situasi Komunikasi : situasi pada waktu konsumen menerima informasi, mempengaruhi perilaku konsumen. Bila konsumen sedang membutuhkan produk, maka dia akan berada dalam situasi yang kondusif untuk menerima informasi itu dan membentuk persepsi yang penting tentang produk. Apabila seseorang baru saja mengetahui bahwa dia gagal dalam ujiannya, dia tidak akan memperhatikan komunikasi pemasaran yang sedang berlangsung.
> Situasi Pembelian : situasi dapat pula mempengaruhi situasi pembelian. Bila seseorang berbelanja sendiri, dia tidak akan melakukan banyak pencarian informasi, seperti apabila dia pergi dengan teman-temannya ataupun keluarga nya.
> Situasi Penggunaan : pada waktu orang ingin menjamu tamu yang penting bagi dia, dia tidak akan memakai alat-alat makan yang biasa dia pakai, tetapi akan membutuhkan peralatan makan yang lebih bagus.
>Situasi Penggantian Produk : keputusan untuk membuang bungkus produk sebelum dan sesudah konsumsi, dan keputusan untuk menyingkirkan produk yang sudah tidak dipakai lagi.
E.Sifat-sifat Pengaruh Situasional
Pengaruh situasional adalah faktor-faktor yang penting dalam waktu dan di tempat pengamatan yang tidak ada hubungannya dengan atribut pribadi ataupun stimulus, mempunyai efek yang sistematis dan bisa dilihat, terhadap perilaku seseorang. Jadi, situasi merupakan faktor-faktor di luar dan dipisahkan dari produk dan atau iklan tentang produk yang mempengaruhi konsumen. Konsumen tidak merespon stimulus pemasaran itu saja, tetapi bersama-sama dengan situasi.
E.1.Klasifikasi Situasional
-Lingkungan Fisik : termasuk dekorasi, suara, aroma, pencahayaan, cuaca dan susunan barang dagangan (produk) dan benda-benda lain yang mengelilingi obyek stimulus.
-Lingkungan Sosial : adalah individu-individu yang juga hadir atau berada di tempat yang sama pada waktu pembelian atau konsumsi. Walaupun tampaknya orang membeli dan berbelanja dengan maksud mendapatkan produk tertentu, Konsumen akan merasa nyama saat berbelanja di suatu tempat yang di datangi oleh konsumen-konsumen lain yang kelas nya sama.
-Lingkungan Waktu : waktu yang tersedia untuk berbelanja, sangat mempengaruhi keputusan konsumen untuk menentukan pilihannya. Contoh; Layanan antar cepat.
-Tujuan Konsumsi : Marketer membagi tujuan itu menjadi pembelian untuk digunakan atau dikonsumsi sendiri dan pembelian untuk diberikan kepada orang lain sebagai hadiah. Dalam pembelian untuk digunakan sendiri, konsumen lebih yakin tentang apa yang sudah diputuskannya. Maka pertimbangan dan proses pengambilan keputusan konsumen akan menjadi rumit dan memerlukan waktu yang agak lama.
-Suasana hati Konsumen dan atau Kondisi Sementara saat Pembelian : Suasana hati yang positif mendorong pembelian impulsive. Harus di perhatikan Kondisi sementara konsumen, seperti lelah, gembira, marah,kecewa akan mempengaruhi keputusan yang akan di pilih konsumen.
- Situasi Hari-hari tertentu (hari-hari besar): situasi ini adalah perilaku yang sering berhubungan yang mempunyai arti simbolik dan dilakukan untuk merespon peristiwa-peristiwa sosial. Contoh; Konsumen yang beragama Kristen akan banyak yang membeli peralatan natal pada saat akan merayakan hari natal
KESIMPULAN
Keputusan membeli oleh konsumen dipengaruhi oleh banyak factor eksternal maupun internal
-faktor-faktor eksternal, seperti informasi pemasaran dan lingkungan sosial budaya, faktor-faktor –faktor-faktor internal , misalnya motivasi, persepsi, pembelajaran, kepribadian, sikap dan pengalaman. Pengambilan keputusan konsumen juga dipengaruhi oleh situasi dimana proses dan perilaku beli terjadi. Situasi komunikasi, situasi pembelian, situasi penggunaan dan situasi penyingkiran produk, semuanya menentukan keputusan beli. Lingkungan fisik, lingkungan sosial, waktu, tujuan pembelian, konsumsi dan suasana hati tidak dapat diabaikan sebagai unsur-unsur yang sangat penting dalam keputusan membeli. Situasi terakhir adalah situasi-situasi tertentu yang banyak dimanfaatkan pemasar untuk mempengaruhi perilaku konsumen.
Saran
Dalam mengambil keputusan mengenai pembelian suatu barang, kita harus memperhatikan mana kebutuhan yang penting dan jumlah uang yang kita punyai, juga menetapkan dan menggunakan berbagai kriteria evaluasi termasuk harga, Merek dan lain-lain pada saat membuat keputusan pembelian. Selain itu, menilai kinerja setiap alternatif sebagai dasar evaluasi serta mengetahui dan memahami bagaimana situasi konsumen dalam menentukan pilihan dengan melihat berbagai aspek yang ada.
Sumber : www.google.com
5. Eksekutif muda
Eksekutif Muda
Kita seringkali mendengar kata eksekutif, apalagi eksekutif muda. Profesi ini tentu menjadi impian banyak orang dan ternyata semua orang bisa menjadi eksekutif sukses di bidangnya.
Eksekutif adalah semua karyawan yang karena ilmu atau jabatannya mampu memberikan kinerja atau output yang positif bagi organisasi. Artinya, Eksekutif tidak terbatas pada jabatan Direksi atau Manajer saja, bahkan Kepala Ruangan Keperawatan, atau Kepala Unit Cleaning Service, yang mampu memberikan pelayanan yg memuaskan bagi pasiennya di RS adalah juga seorang Eksekutif.
Ciri Eksekutif yg terpenting adalah "...To get the right things Done". Bagaimana dia menyelesaikan pekerjaannya secara baik dan tepat dalam waktu yang tepat. Seorang eksekutif tidak bertanya:"Apa saja yg harus dikerjakan?" , tetapi bertanya:" Apa yang saat ini harus dikerjakan!" . Lalu akan menilai "...dari semua masalah yang bisa membuat perubahan, mana yang cocok untuk saya?" . karena mereka tak akan menangani masalah yang mereka tidak kuasai, mereka hanya memilih yg mereka kuasai saja. Mereka akan melepaskan masalah lain tadi pada orang yg tepat dan menguasai bidang tsb. Mereka tidak takut mempunyai bawahan yang jauh lebih pandai dari mereka.
Mereka harus berlatih untuk menguasai lima (5) hal yg sangat penting agar menjadi efektif. Latihan harus dilakukan setiap saat, sehingga kelima hal tsb menjadi habits, seperti mengemudi mobil yg kita lakukan tanpa berpikir lagi, sudah menjadi otomatis dalam kegiatan kita.
Kelima hal tsb adalah:
Manajemen Waktu
Fokus Upaya anda agar bisa memberi kontribusi pd siapa saja
Membuat kekuatan kemampuan anda menjadi produktif bagi organisasi
Konsentrasi upaya pada kegiatan terpenting yang menghasilkan hasil yg terbaik dan terbesar,
Membuat keputusan yg efektif.
Hal pertama dan keempat adalah kunci bagi seorang Eksekutif yg efektif.
Jumlah pekerjaan dan masalah sangat banyak, tetapi waktu terbatas, sehingga manajemen waktu adalah mutlak bagi eksekutif. Mulai dengan menghilangkan waktu yg digunakan untuk kegiatan tak bermanfaat (nonton TV, telenovela, dll). Setelah waktu anda terbebas dari waktu yg tak berguna, lalu konsentrasi pada kegiatan yg memberi hasil yg terbesar. Juga pusatkan agar anda bergerak dgn kekuatan anda, atau anak buah
anda, dengan memilih tugas yang paling sesuai dengan keahlian anda. Bidang yang tak begitu anda kuasai agar diserahkan pada orang lain yang ahli dan mampu pada bidang tersebut. Jangan takut mempunyai bawahan yang lebih pandai, karena justru mereka yg pandai itulah yang akan mengangkat anda ketempat yg lebih tinggi.
Hal terakhir adalah pembuatan keputusan yg efektif. Disini anda membutuhkan pemetaan masalah dan spesifikasi keputusan yg efektif. Dan keputusan tidak akan berguna sebelum hal itu dijalankan, dan dilanjuti dengan umpan balik dari pelaksanaan kegiatan tsb
"Seorang eksekutif yang ingin mencapai sukses harus memiliki lima kunci sukses yaitu:
Target karier
Kompetensi
Konsistensi
Koneksi
Komitmen
Pertama-tama, untuk menjadi seorang eksekutif andal, dibutuhkan target karier yang ditulis dengan memetakan imajinasi atau lebih dikenal dengan mind mapping. Satu jalur untuk setiap target.
Setelah memetakan target, perlu meningkatkan kompetensi yang kita miliki di bidang tersebut. Kemudian, secara konsisten mengembangkan kompetensi tersebut. Setelah matang secara kompetensi, kita perlu mencari koneksi tempat bekerja yang cocok dengan kompetensi yang dimiliki. Setelah itu, kita harus memiliki komitmen dalam menjalankan pekerjaan tersebut.
Dan untuk bisa bertahan di tempat kerja yang baru diperlukan dua tips and trik. Pertama, kenali tempat Anda melamar kerja kemudian ubah diri Anda dan sesuaikan dengan budaya tempat Anda bekerja.
Sumber : www.google.com
4. Memahami ceruk pasar
Salah satu unsur yang harus dipenuhi untuk meningkatkan jumlah kunjungan blog adalah tampilan dan konten blog yang menarik. Namun, untuk membuat tampilan dan konteks blog yang menarik tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan ide-ide kreatif agar tampilan blog selalu segar. Lantas bagaimana jika pengelola blog kekurangan ide? Pastilah tampilan blognya akan garing dan akibatnya lebih lanjut adalah jumlah kunjungan ke blog berkurang.
Sebenarnya ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan ide. Salah satunya dengan memahami ceruk pasar. Apa ceruk pasar itu? Dalam bahasa ekonomi ceruk pasar (niche market) dipahami sebagai segmen pasar yang spesifik. Dimana segmen pasar ini belum terlayani dengan baik oleh pelaku bisnis yang berskala besar atau memiliki market share tinggi. Jika anda pelaku bisnis baru, maka anda harus jeli memperhatikan ceruk pasar ini.
Ceruk pasar tidak hanya dapat diaplikasi dalam offline marketing, tetapai juga online marketing, termasuk blog. Sebagai contoh, blog anda membahas tentang ilmu photoshop. Anda sedari atau tidak, ternyata banyak juga blog yang menampilkan tema sama. Nah, agar pengunjung tidak beralih ke blog ‘tetangga’ anda perlu memperhatikan ceruk pasar anda. Anda bingung siapa ceruk pasar anda?
Untuk memahami ceruk pasar anda, anda harus mengetahui siapa ceruk pasar anda. Dalam contoh di atas, anda sebagai admin blog bertema photoshop. Jika selama ini anda hanya melulu memberikan konsep tiori sebagai kontes post di blog anda, maka anda harus beralih ke hal-hal yang dibutuhkan oleh pengunjung atau pembaca. Misalnya dengan memposting tutorial penggunaan program photoshop itu sendiri. Baik dalam format teks maupun video. Selain itu, anda juga bisa mengetahui keinginan ceruk pasar dengan menggali informasi dari blog-blog pesaing dan melihat konten atau tema apa yang belum dibahas.
Sumber : Buku Berburu ide untuk blog
3. window shoping
Pengertian Window shopping
Window shopping adalah perilaku seseorang yang mendatangi sebuah tempat perbelanjaan seperti mall dan pertokoan hanya untuk melihat-lihat barang-barang yang dijual di balik etalase toko-toko tersebut, yang nantinya menarik minat seseorang itu untuk membeli barang tersebut di waktu yang akan datang.
sumber : www.google.com
2. impulse buying
Impulse buying adalah perilaku konsumen yang melakukan pembelian secara spontan, tanpa perncanaan terlebih dahulu.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang membeli sesuatu diluar rencana, yaitu :
1. Hasrat untuk mencoba barang atau merk baru.
2. Pengaruh dari iklan yang ditonton sebelumnya.
3. Display dan kemasan produk yang menarik.
4. Bujukan Salesman atau Sales Promotion Girl.
Dalam hubungannya dengan perilaku konsumen, produk dapat dibagi menjadi dua kategori :
1. Produk dengan kategori high involvement : produk yang membutuhkan pertimbangan dan perhatian khusus sebelum membeli, misalnya : mobil, rumah, laptop, handphone, sepeda motor, dll. Dalam membeli produk jenis high involvement ini, biasanya konsumen telah merencanakan dan mempertimbangkannya terlebih dahulu, misalnya : merencanakan budgetnya, memperhatikan spesifikasi produknya, kalau membeli rumah, harus pertimbangkan lokasinya, dll.Kesalahan dalam membeli produk ini, akan beresiko cukup besar, baik resiko keuangan maupun non keuangan.
2. Produk dengan kategori low involvement : produk yang tidak membutuhkan perhatian khusus sebelum membeli, misalnya : permen, coklat, dll. Pada saat konsumen membeli produk kategori low involvement ini, biasanya mereka tidak merencanakannya dan mempertimbangkannya secara khusus, misalnya : nabung dulu beberapa waktu sebelum membeli permen, atau memeriksa kandungan bahan di dalam permen, dsb.Dan, berbeda dengan pembelian produk high involvement, pembelian produk jenis low involvement ini tidak memiliki resiko sama sekali.
Produk low involvement diataslah yang mendorong orang melakukan impulse buying.
Strategi produsen dalam menjaring impulse buying diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Komunikasi atau promosi harus mind catching, misalnya : menggunakan publik figur sebagai bintang iklan.
2. Distribusi : produk harus semudah mungkin diakses oleh konsumen, misalnya : meletakkan produk (permen,coklat,batu battery, dan produk low involvement lainnya) di kasir swalayan atau toko.
3. Display produk yang menarik. Sebagian besar konsumen yangmelakukan impulse buying adalah wanita dan anak-anak. Dan mereka biasanya tertarik dengan kemasan produk yang menarik. Mengapa fokus pada anak anak ? Walaupun mereka bukan yang pegang uang, dan tidak memiliki purchasing power yang independen, namun anaka-anak merupakan influencer yang tinggi dalam memilih barang. Bayangkan bila si kecil tiba-tiba mogok didepan barang yang diinginkannya, tentu orang tua tidak punya pilihan lain selain mengabulkan permintaannya.
4. Produk yang inovatif : konsumen cenderung mencoba produk produk baru. Dan, bisanya produk yang hanya rata rata, memiliki potensi yang rendah dalam menarik impulse buying. Usahakan produk Anda seinovatif mungkin, baik dari kualitas maupun kemasannya.
Sumber: http://id.shvoong.com/business-management/marketing/2024568-impulse-buying/#ixzz2DhyoqqYR
1. Pengertian perilaku konsumen
Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.
Langganan:
Postingan (Atom)